Example floating
Example floating
Legislatif

Ini Rekomendasi Fraksi Gerindra Soal Banjir

117
×

Ini Rekomendasi Fraksi Gerindra Soal Banjir

Sebarkan artikel ini
Fraksi Gerindra / ist.

Bandar Lampung, Tentanglampung.com – Fraksi Gerindra dari DPRD Provinsi Lampung dan DPRD Bandarlampung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi terdampak banjir besar di Bandarlampung pada Selasa, 22 Januari 2025. Sidak ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi di lapangan dan merumuskan rekomendasi penanganan yang diperlukan guna mencegah banjir berulang di masa depan.

Anggota DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa, yang turut hadir dalam sidak tersebut, menegaskan pentingnya alokasi anggaran yang memadai untuk pelaksanaan rekomendasi tersebut.

“Kami akan memastikan bahwa Pemprov Lampung mendukung penuh program normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur di Bandarlampung. Anggaran yang cukup harus disediakan untuk mengatasi masalah ini,” ujarnya, Rabu (22/1/2025).

Rekomendasi Penanganan Banjir

Berdasarkan hasil sidak, Fraksi Gerindra memberikan beberapa rekomendasi strategis untuk mengatasi masalah banjir yang melanda Bandarlampung, di antaranya:

  1. Normalisasi Sungai: Pengerukan sedimentasi di titik-titik kritis seperti Way Laga dan Pidada untuk memastikan aliran air tidak tersumbat.

  2. Perbaikan Drainase: Pemeliharaan dan peningkatan kapasitas drainase di kawasan rawan banjir.

  3. Peningkatan Koordinasi Antarinstansi: Kerja sama erat antara Pemerintah Kota Bandarlampung dan Pemerintah Provinsi Lampung dalam mengelola infrastruktur pengendali banjir.

  4. Edukasi Masyarakat: Kampanye untuk mencegah masyarakat membuang sampah ke sungai, yang dapat memperburuk sedimentasi.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Bandarlampung, Asroni Paslah, mengungkapkan bahwa hasil sidak menunjukkan adanya pendangkalan sungai akibat sedimentasi sebagai salah satu penyebab utama banjir. Menurutnya, sedimentasi yang parah menghambat aliran air, menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga saat hujan deras.

“Di beberapa lokasi yang kami kunjungi, seperti Kelurahan Pidada, Way Lunik, dan Way Laga, sedimentasi menjadi masalah serius. Kami merekomendasikan pengerukan sungai sebagai prioritas untuk mengembalikan fungsi aliran air,” kata Asroni.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *