Example floating
Example floating
Legislatif

DPRD Lampung Dorong Inovasi Petani Organik untuk Ketahanan Pangan

227
×

DPRD Lampung Dorong Inovasi Petani Organik untuk Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Ahmad Basuki, Ketua Komisi II DPRD Lampung / Tentanglampung.com

Bandar Lampung, Tentanglampung.com – Ketua Komisi II DPRD Lampung, Ahmad Basuki, menyoroti tantangan yang dihadapi petani organik dalam meningkatkan produktivitas dan pemasaran produk mereka. Menurutnya, pertanian organik memiliki prospek cerah, asalkan didukung dengan inovasi dan kebijakan yang tepat.

“Tantangan utama petani organik adalah bagaimana menghasilkan produk yang sehat sekaligus memiliki produktivitas tinggi. Jika hasil pertanian organik bisa lebih unggul dari metode konvensional, maka secara alami pasar akan berpihak pada yang lebih sehat,” ujar Ahmad Basuki, kamis (30/1/2025).

Ia mendorong para penggiat pertanian organik untuk terus berinovasi. Misalnya, jika metode konvensional menghasilkan 5 ton padi per hektare, maka pertanian organik harus mampu menghasilkan lebih, seperti 7 ton per hektare. Dengan begitu, pertanian organik tidak hanya sehat tetapi juga ekonomis dan kompetitif di pasar.

“Mereka adalah pejuang makanan sehat, dan kita harus mendukung mereka agar pertanian organik berkembang,” tambahnya.

Namun, Basuki menyoroti minimnya anggaran yang dialokasikan untuk sektor pertanian dalam APBD Lampung. Dari pantauan Komisi II, anggaran untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Koperasi UMKM, pertanian hingga beberapa OPD lainnya jika ditotal masih sangat kecil, kurang dari 3% dari total APBD.

“Jangankan mengadvokasi petani organik, untuk petani secara keseluruhan pun anggarannya belum mencukupi. Ini bahkan belum termasuk gaji dan tunjangan bagi pegawai,” jelasnya.

Oleh karena itu, DPRD Lampung berkomitmen untuk mendorong peningkatan anggaran demi kesejahteraan petani. Hal ini juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

“Lebih dari 65% masyarakat Lampung bergantung pada sektor pertanian. Mensejahterakan petani berarti mensejahterakan masyarakat Lampung secara keseluruhan,” tegas Basuki.Deklarasi Petani Organik Lampung / Tentanglampung.com

Sementara Ketua Asosiasi Petani Organik Lampung (Apol), Dwi Yantoro, berharap DPRD Lampung dapat mendampingi dan mengawal petani organik agar pertanian berkelanjutan semakin berkembang. Menurutnya, peralihan dari pertanian berbasis kimia ke pertanian organik memerlukan dukungan kebijakan serta pendampingan yang serius dari pemerintah daerah.

“Efektivitas pertanian organik harus terus ditingkatkan. Kita ingin masyarakat mulai beralih ke pertanian sehat, karena konsep ini sangat penting untuk kesehatan jangka panjang, baik bagi tubuh kita maupun bagi kelestarian bumi,” ujarnya.

Dwi Yantoro menjelaskan bahwa salah satu keunggulan pertanian organik adalah manfaatnya yang berkelanjutan. Tidak hanya menghasilkan produk yang lebih sehat bagi konsumen, tetapi juga menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.

Namun, ia juga mengakui bahwa masih ada kendala dalam pemasaran produk pertanian organik. Menurutnya, salah satu tantangan utama adalah bagaimana mengedukasi masyarakat agar lebih memilih produk organik dibandingkan produk konvensional.

“Kami berharap DPRD bisa membantu mengatasi tantangan pemasaran ini, termasuk dengan mendorong kebijakan yang berpihak pada petani organik. Jika pemerintah serius mendukung, maka pertanian organik bisa berkembang lebih pesat,” tambahnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *