Example floating
Example floating
Berita

Ketua GRANAT Lampung Desak BNNP Bongkar Jaringan Bandar Narkoba di Balik Kasus Oknum HIPMI

87
×

Ketua GRANAT Lampung Desak BNNP Bongkar Jaringan Bandar Narkoba di Balik Kasus Oknum HIPMI

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Provinsi Lampung, H. Tony Eka Candra, mendesak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung untuk mengusut tuntas jaringan bandar dan pengedar narkoba yang menyeret oknum pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung.

Menurutnya, kasus ini tidak boleh berhenti pada penangkapan pengguna, pecandu, atau kurir semata. Aparat diminta menelusuri hingga ke bandar besar yang menjadi sumber peredaran narkoba.

“BNNP Lampung jangan hanya berhenti di level bawah. Kita mendorong agar kasus ini dibongkar secara tuntas hingga ke bandar besar yang bermain di balik jaringan ini,” tegas Tony, Selasa (2/9/2025).

Tony menilai, keterlibatan oknum pengurus HIPMI Lampung dalam kasus narkoba sangat mencoreng citra organisasi pengusaha muda sekaligus menjadi alarm bahwa narkoba telah menyusup ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan profesional dan pengusaha.

Ia menegaskan, momentum ini harus menjadi bukti komitmen aparat dalam memberantas narkoba tanpa pandang bulu. “Jangan ada yang kebal hukum, siapapun yang terlibat harus diproses,” tambahnya.

GRANAT Lampung, kata Tony, siap bersinergi dengan aparat penegak hukum dalam pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika, serta rehabilitasi korban penyalahgunaan.

Tony juga meminta BNNP Lampung mengungkap pemasok narkoba jenis ekstasi yang dikonsumsi oknum pengurus HIPMI, agar kasus tidak berhenti hanya pada pengguna.

Sebagai pemegang sabuk hitam DAN VII Karate-Do, Tony mendukung program BNN menjadikan rehabilitasi bagi pecandu sebagai prioritas dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.

“Sebenarnya, bukan levelnya BNN menangkap pecandu atau pengguna. Yang harus diungkap adalah sindikat, produsen, bandar, dan pengedar narkoba untuk memutus rantai peredaran di tengah masyarakat,” tegas Tony yang juga Ketua PD VIII KB FKPPI Provinsi Lampung.

Ia menambahkan, GRANAT Lampung akan terus bersinergi dengan pemerintah, BNN, Kepolisian, dan seluruh komponen masyarakat melalui edukasi, sosialisasi, serta penyuluhan. Langkah ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif untuk menjadikan peredaran dan penyalahgunaan narkoba sebagai musuh bersama bangsa dan umat manusia.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *