Example floating
Example floating
BeritaLampungPesawaran

R. Rozi: SMP Harus Jadi Pelopor Budaya Hidup Sehat di Pesawaran

77
×

R. Rozi: SMP Harus Jadi Pelopor Budaya Hidup Sehat di Pesawaran

Sebarkan artikel ini

Pesawaran – Kepala Seksi Pendidikan Dasar Kabupaten Pesawaran, R. Rozi, menegaskan bahwa sekolah menengah pertama (SMP) harus menjadi pelopor dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan. Hal ini disampaikannya saat kegiatan Advokasi Penguatan Program Sekolah Sehat Jenjang SMP Tahun 2025 yang digelar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Gedong Tataan, Jalan Raya Kedondong, Desa Way Layap, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Rabu (8/10/2025).

Dalam sambutannya, R. Rozi menyampaikan bahwa sekolah sehat tidak hanya berfokus pada kebersihan fisik semata, tetapi juga mencakup kesehatan mental, lingkungan yang aman, serta pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat bagi seluruh warga sekolah.

Menurutnya, kebiasaan kecil seperti menjaga kebersihan kelas, membawa bekal bergizi, dan mencuci tangan sebelum makan harus menjadi bagian dari budaya sekolah.

“SMP harus menjadi teladan bagi satuan pendidikan lainnya. Jika sekolah mampu menumbuhkan kesadaran hidup sehat sejak dini, maka kita sedang menyiapkan generasi yang tangguh, cerdas, dan berkarakter,” ujar Rozi.

Kegiatan Advokasi Penguatan Program Sekolah Sehat tersebut diikuti oleh para kepala sekolah SMP se-Kabupaten Pesawaran. Kegiatan ini bertujuan memperkuat komitmen seluruh ekosistem pendidikan dalam menerapkan lima sehat (5S), yakni sehat bergizi, sehat fisik, sehat imunisasi, sehat jiwa, dan sehat lingkungan.

Melalui sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, diharapkan budaya hidup sehat benar-benar menjadi bagian dari keseharian peserta didik.

Deka Meria (Memegang Mic Kiri) Selaku Pemateri Advokasi Penguatan Program Sekolah Sehat Jenjang SMP

Di tempat yang sama, Deka Meria, selaku pemateri dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa konsep sekolah sehat menuntut pemahaman menyeluruh antara pendidikan dan kesehatan. Ia menekankan bahwa lingkungan sekolah memiliki peran besar terhadap kesejahteraan peserta didik maupun tenaga pendidik.

“Sekolah sehat melibatkan pemahaman akan hubungan antara kesehatan dan pendidikan, serta pengakuan bahwa lingkungan sekolah dapat memberikan dampak besar terhadap kesejahteraan individu,” kata Kepala Sekolah UPTD SDN 2 Gedong Tataan Pesawaran itu.

Menurutnya, gerakan sekolah sehat lebih menekankan pada pencegahan penyakit daripada pengobatan. Dengan mempromosikan gaya hidup sehat dan mengintegrasikan kebiasaan positif ke dalam rutinitas harian di sekolah, risiko penyakit dapat ditekan dan kualitas hidup warga sekolah akan meningkat.

“Tujuan kegiatan ini agar seluruh ekosistem satuan pendidikan — peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, orang tua, serta masyarakat — dapat menerapkan dan membudayakan sekolah sehat dengan fokus pada lima sehat (5S),” tambahnya.

Deka Meria berharap melalui kegiatan advokasi ini, setiap kepala sekolah dapat menjadi motor penggerak perubahan di satuan pendidikan masing-masing, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah.

Dalam sesi diskusi, para kepala sekolah juga menyampaikan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan Puskesmas setempat, serta memperbaiki sarana kebersihan, kantin sehat, dan taman sekolah sebagai bagian dari lingkungan belajar yang mendukung kesehatan dan kenyamanan siswa.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Pesawaran berharap implementasi Program Sekolah Sehat Tahun 2025 dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan, guna mewujudkan generasi Pesawaran yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *