PRINGSEWU — Kisah pilu seorang lansia di Dusun Pematang Beriga, Pekon Tanjung Rusia, Kecamatan Padasuka, Kabupaten Pringsewu, yang tinggal di gubuk tak layak huni bahkan disebut bekas kandang ayam, mendapat respons cepat dan mengharukan dari Fraksi PKS DPRD Lampung.
Anggota Komisi V DPRD Lampung dari Fraksi PKS, Syukron Muchtar, Lc., M.A., langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat, Jumat (7/11/2025).
“Sangat miris melihat kondisinya. Sungguh tak terbayangkan ada orang tua kita yang harus tinggal di tempat seperti itu,” ujar Syukron dengan nada haru.
Menurutnya, situasi tersebut menjadi tamparan bagi semua pihak agar lebih peka terhadap nasib warga kurang mampu, terutama lansia yang hidup sebatang kara.
“Sebagai kader PKS, kami berkomitmen untuk segera membantu agar beliau bisa menempati rumah yang layak dan bermartabat,” tegasnya.
Syukron menjelaskan, langkah cepat yang diambil merupakan bagian dari program “PKS Peduli”, yang menegaskan komitmen partai dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan, keberadaan anggota dewan bukan hanya di gedung parlemen, tetapi juga di tengah masyarakat untuk menjembatani kebutuhan rakyat.
Dalam kunjungan itu, Syukron bersama tokoh masyarakat, Juru Tulis Pekon Tanjung Rusia, serta Ketua RT Pematang Beriga Rovi, menyepakati komitmen bersama untuk memperbaiki rumah sang lansia.
Rovi menyatakan, warga siap bergotong royong untuk membantu proses pembangunan rumah tersebut. “Kami akan menghimpun warga agar ikut turun tangan. Semangat kebersamaan ini yang jadi kekuatan kami,” ujarnya.
Sinergi antara wakil rakyat dan masyarakat setempat ini menjadi bukti bahwa empati dan kecepatan bertindak bisa menghadirkan perubahan nyata.
PKS melalui Syukron Muchtar menegaskan, politik sejatinya adalah jalan pengabdian dan kerja kemanusiaan. “Rumah tak layak huni, apalagi dihuni lansia, adalah potret ketidakadilan sosial yang harus segera dihapus,” tuturnya.
Berkat kolaborasi antara kader PKS dan warga, harapan hidup layak kini kembali menyala bagi sang lansia yang sebelumnya terabaikan. (**)












