LEGISLATIF – Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perkembangan teknologi, nilai-nilai Pancasila dinilai masih menjadi benteng moral bagi masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak tergerus pengaruh negatif media sosial dan budaya luar.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) yang digelar Anggota DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa SR di Kelurahan Bumi Waras, RT 021, Bandar Lampung.
Sebagai anggota Komisi V DPRD Lampung yang membidangi kesehatan, pendidikan hingga sosial, Andika menegaskan pentingnya menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
“Sosialisasi ini penting untuk mengingatkan kita agar bijak menghadapi perkembangan zaman. Kalau kita bisa memanfaatkan teknologi dengan baik hasilnya positif, tapi kalau tidak, anak-anak kita bisa jadi korban,” ujar Andika, Minggu (9/11/2025).
Ia juga menyoroti pentingnya perhatian orang tua terhadap anak-anak di era digital.
“Kalau punya anak kecil, jangan biarkan mereka terlalu lama bermain gadget. Perhatian orang tua sangat dibutuhkan agar anak-anak tidak terpapar dampak negatif teknologi,” pesannya.

Warga Diminta Jadi Fondasi Nilai Kebangsaan
Salah satu narasumber, Moh. Andi Fikri, mengatakan bahwa masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai sosial dan kebangsaan di lingkungan masing-masing.
“Tokoh-tokoh agama kita masih cukup mumpuni, tapi hal-hal negatif dari media sosial harus diantisipasi. Sekarang ini bertetangga seminggu sekali belum tentu saling sapa, tapi lewat kegiatan seperti ini kita bisa mempererat kebersamaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, orang tua harus menjadi fondasi utama dan batas moral bagi anak-anaknya melalui pembinaan nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.
Tingkatkan Literasi dan Sikap Bersyukur
Sementara itu, Dosen UIN Raden Intan Lampung, Vandan Wilianti, mengingatkan bahwa penguatan nilai Pancasila juga harus diiringi dengan pendidikan karakter dan literasi di kalangan keluarga.
“Kalau bicara Pancasila ini luar biasa. Di UIN setiap pagi pukul 10 kami selalu mendengarkan pembacaan Pancasila sebagai bentuk pengamalan nilai kebangsaan,” ujarnya.
Ia menilai penting bagi orang tua untuk mengajarkan anak-anak bersyukur sejak dini.
“Kalau anak tidak diajarkan bersyukur, dia bisa berbuat hal-hal negatif seperti mencuri atau melakukan kenakalan di luar rumah,” ungkapnya.
Vandan juga menyoroti pengaruh media sosial dan maraknya pinjaman online (pinjol) di kalangan anak muda.
“Sekarang anak-anak dan ibu-ibu sering percaya begitu saja dengan berita di medsos. Padahal Lampung yang disebut rawan begal itu sebenarnya aman seperti daerah lain. Kita juga perlu belajar literasi keuangan supaya tidak mudah terjebak pinjol,” tutupnya.(**)












