LEGISLATIF – Warga Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, mengeluhkan tidak tersedianya lahan pemakaman baru karena Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah mereka sudah penuh. Aspirasi ini disampaikan warga saat kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil Kota Bandar Lampung, Andika Wibawa SR, Kamis (13/11/2025).
Salah satu warga, Zubaidi, menyampaikan bahwa lahan pemakaman di Rajabasa Raya sudah tidak lagi mampu menampung jenazah warga. Ia meminta agar pemerintah atau pihak terkait mencari solusi, termasuk menegur pihak pabrik karet di sekitar lokasi yang dinilai memiliki lahan kosong.
“Kalau mau dimakamin sudah penuh. Mohon ditegur pabrik karet untuk lokasi pemakaman warga di Rajabasa Raya. Kami sudah mengusulkan tapi belum ada jawaban dari mereka,” ujar Zubaidi.
Menanggapi hal itu, Andika Wibawa mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dan menyampaikan kepada Pemerintah Provinsi Lampung. Ia juga mendorong agar perusahaan sekitar, khususnya PT Way Kandis, dapat memberikan sedikit lahan kosong bekas pabrik sebagai bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat.
“Masyarakat menginginkan tanah bekas pabrik produksi karet yang sudah lama terbengkalai bisa dihibahkan atau diwakafkan untuk pemakaman warga Rajabasa Raya. Kami harap pabrik dapat mempertimbangkan hal ini demi kepentingan bersama,” kata Andika.
Selain soal pemakaman, warga juga menyampaikan berbagai keluhan seperti saluran drainase yang tersumbat serta masalah bantuan kesehatan.
Terkait Kartu Indonesia Sehat (KIS), Andika menjelaskan bahwa dalam aturan baru, hanya maksimal tiga orang dalam satu Kartu Keluarga yang bisa mendapatkan KIS. Ia juga menambahkan, adanya efisiensi anggaran akibat pemangkasan sebagian APBD membuat pemerintah daerah harus lebih selektif dalam alokasi program sosial.
Andika yang duduk di Komisi V DPRD Provinsi Lampung—membidangi kesehatan, pendidikan, dan sosial—menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan disampaikan kepada Gubernur Lampung dalam rapat evaluasi rutin dua bulan sekali.
“Kami dari DPRD turun ke dapil masing-masing untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. Semua keluhan ini akan kami laporkan kepada Bapak Gubernur maupun Ibu Walikota agar dicarikan solusi terbaik,” pungkasnya.(*)












