Example floating
Example floating
Berita

Tutup 2025, Juwendra Asdiansyah Luncurkan Buku “PENGADILAN ORANG BAIK”

48
×

Tutup 2025, Juwendra Asdiansyah Luncurkan Buku “PENGADILAN ORANG BAIK”

Sebarkan artikel ini
Flyer Buku Pengadilan Orang Baik/ Foto: Ist.

LAMPUNG – Menjelang tutup tahun, penulis Juwendra Asdiansyah meluncurkan buku terbarunya “Pengadilan Orang Baik” (POB). Ini menjadi buku kedua yang diterbitkannya pada 2025 setelah “14 Jam Bisa Menulis” yang rilis pada Mei lalu.

Secara keseluruhan mantan pemimpin redaksi media nasional Forum Keadilan ini telah melahirkan lima buku tunggal yakni “Sekincau: Status-Status Masa Pandemi” pada 2020, “Pertengkaran Orang Baik: Buku 2 Masa Pandemi” (2021), “3 Jagoan” (2023), dan dua buku disebut di atas.

“Beda dengan empat buku sebelumnya, POB merupakan bunga rampai yang bermaterikan tulisan-tulisan pendek. Beberapa bahkan sangat pendek yang mungkin cocok untuk diambil sebagai quotes, meme, tulisan di kaos atau pantat truk,” kata Juwendra dalam siaran persnya, Selasa, 18/11/2025.

Menilik proses kreatifnya, menurut Juwe, tulisan-tulisan tersebut hampir seluruhnya lahir secara spontan. Jika dianalogikan seni rupa, alih-alih parade lukisan, mereka adalah sekumpulan gambar yang terbentuk dari coretan-coretan dengan satu atau dua warna saja.

“Pengadilan Orang Baik adalah bertemunya sekumpulan celoteh, celetukan, protes, kritik, dumelan, rometan, gerundelan, juga sedikit hardikan dari kemarahan yang kadang datang tanpa diundang,” beber mantan redaktur pelaksana Tribun Lampung-Kompas Gramedia (2011-2013), pemimpin redaksi Saibumi.com (2014), dan pemimpin redaksi duajurai.co (2014-2020).

Juwe melanjutkan, sebagian tulisan disajikan dengan sedikit bergaya: ironi, sarkasme, hiperbola, atau metafora. Tapi, seperti umumnya tulisan dia, walaupun bermajas mereka tak lantas menjadi berat, sehingga tak sulit untuk dipahami maksud, tujuan dan juntrungannya.

“Ada pula yang polosan saja. Lempang saja, tanpa gaya sama sekali. Ada yang benar-benar sekadar curhat, ocehan ala pos kamling, atau sebatas humor bapack-bapack yang mungkin terasa lucu untuk bapak-bapak, tapi dianggap jayus golongan bukan bapak-bapak,” terang moderator 35 debat pemilihan kepada daerah di Lampung, termasuk debat kandidat pemilihan gubernur-wakil gubernur pada 2018 dan 2024.

“Beberapa tulisan, karena mengandung rima, sepintas seperti puisi. Tapi sebatas seperti, menurut saya bukan sebenarnya puisi. Beberapa lainnya, serupa prosa. Tapi, ya nggak prosa-prosa betul. Ada sedikit yang macam esai. Tapi juga tidak esai-esai banget,” sambung penerima anugerah Tokoh Eksklusif Lampung 2013 dalam ajang Surya Exclusive Award 2013 ini.

Lalu apa benang merah semua tulisan dalam POB selain ukurannya yang pendek? “Silakan Anda baca lalu temukan sendiri jawabannya. Kalaupun misalnya tidak ketemu benang merahnya, tak menjadi soal juga. Toh buku ini bukan semacam teka teki atau kisah misteri yang harus dipecahkan.”

Pria yang kini aktif melukis dan menjadi inisiator komunitas Teman Joging (TeJO) ini menargetkan bisa melahirkan setidaknya dua buku lagi pada 2026. Masing-masing soal jurnalisme/kewartawanan dan public speaking. “Mohon doa teman-teman dan pembaca setia tulisan-tulisan saya supaya lancar proses pengerjaan kedua buku tersebut,” harap ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lampung (2007-2010) dan wakil ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung (2013-2018 dan 2018-2023) ini.

Hingga POB, Juwe konsisten menggunakan ukuran 12×18 cm sebagai dimensi “handly “ untuk kelima bukunya yang kesemuanya diterbitkan oleh BumiBima Publisher.

Dengan “hanya” 120 halaman, POB menjadi yang paling tipis dari empat buku lainnya. Buku ini dibanderol Rp65.000. Untuk mengoleksinya Anda bisa menghubungi nomor WhatsApp 0857 0928 4199 atau 0812 7231 6989.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *