Example floating
Example floating
Lampung

Merajut Tradisi, Menenun Inovasi: Kriya Jemari 2025 Jadi Etalase Produk Unggulan Lampung

24
×

Merajut Tradisi, Menenun Inovasi: Kriya Jemari 2025 Jadi Etalase Produk Unggulan Lampung

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG – Pameran Kriya Jemari Lampung 2025 resmi dibuka Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Ketua Dekranasda Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, di Graha Wangsa, Bandar Lampung, Kamis (20/11).

Gelaran bertema “Merajut Tradisi Menenun Inovasi” ini menjadi wadah penguatan kerajinan daerah sekaligus mendorong UMKM kriya menembus pasar global. Pameran berlangsung hingga 22 November 2025.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa Kriya Jemari merupakan transformasi dari Lampung Craft dengan konsep yang lebih modern dan relevan dengan selera masyarakat.
“Ini bukan sekadar pameran, tapi perayaan kreativitas para perajin Lampung. Di sini karya terbaik, inovasi, serta kekayaan motif dari seluruh kabupaten/kota ditampilkan,” ujarnya.

Menurutnya, sektor kriya memiliki potensi besar dalam mendukung ekonomi daerah. Ia mendorong wastra dan kerajinan Lampung menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari, bukan hanya dikenakan saat acara adat.
“Generasi muda, komunitas kreatif, hingga wisatawan harus bisa mengenakan dan memiliki karya pengrajin Lampung dengan bangga,” kata Gubernur Mirza.

Melalui kompetisi UMKM dalam pameran, ia berharap kreativitas dan daya saing produk dapat meningkat. “Dengan dukungan kita semua, UMKM kriya dapat berkembang, membuka lapangan kerja, meningkatkan ekonomi kreatif, dan menarik wisatawan,” tegasnya.

Gubernur juga menyoroti potensi pariwisata Lampung yang terus tumbuh. Tahun lalu tercatat 18 juta wisatawan domestik, dan hingga Juli 2025 kunjungan telah mencapai 17 juta.

“Potensi perputaran uang mencapai puluhan triliun rupiah. Wisatawan tentu ingin membawa pulang produk khas Lampung. Ini peluang besar bagi UMKM,” katanya.

Pemprov Lampung, lanjutnya, berkomitmen memperkuat dukungan bagi pelaku UMKM, mulai dari pelatihan, akses pembiayaan, hingga pemasaran digital.

“Setiap pembelian bukan sekadar transaksi, tetapi apresiasi terhadap karya anak daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Lampung, Purnama Wulan Sari, menyebut Kriya Jemari hadir dengan pendekatan kuratorial baru dan penekanan pada storytelling setiap produk.

“Kami ingin memastikan setiap karya tidak hanya indah, tetapi juga menyampaikan kisah dan jati diri para pengrajin,” katanya.

Batin Wulan menegaskan bahwa Kriya Jemari menjadi ruang inklusif yang melibatkan perajin muda, UMKM kreatif, desainer, perbankan, dunia usaha, hingga pengrajin penyandang disabilitas.

“Karya mereka sama penting dan patut dibanggakan. Kreativitas tidak mengenal batas fisik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tantangan ekonomi kreatif hari ini adalah menjaga keaslian budaya sambil terus berinovasi.

“Tugas kita bukan hanya melestarikan, tapi melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Itulah semangat tema Merajut Tradisi Menenun Inovasi,” tutupnya.

Usai membuka acara, Gubernur dan Ketua Dekranasda meninjau seluruh stan peserta pameran.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *