Example floating
Example floating
Legislatif

Lampung Gas Hilirisasi Ayam

11
×

Lampung Gas Hilirisasi Ayam

Sebarkan artikel ini
Ahmad Basuki / Tentanglampung.com

LAMPUNG – Hilirisasi sektor pertanian dan peternakan di Lampung resmi “digas”. Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Basuki, menghadiri groundbreaking program pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi di Jati Agung, Lampung Selatan, Kamis (6/2). Agenda ini sebagai penanda dimulainya babak baru transformasi ekonomi berbasis agro di Sai Bumi Ruwa Jurai.

Ahmad Basuki menegaskan, proyek strategis nasional (PSN) hilirisasi ayam terintegrasi ini bukan sekadar seremoni pembangunan, melainkan titik balik bagi petani dan peternak Lampung untuk naik kelas.

“Lampung harus berhenti hanya sebagai pemasok bahan mentah. Dengan hilirisasi yang kuat dan terintegrasi, nilai tambah akan tinggal di daerah. Peternak dan petani kita tidak lagi di hilir rantai keuntungan, tetapi menjadi bagian utama dari ekosistem industri,” tegas Abas -sapaan karibnya-, Jumat (6/2).

Menurutnya, penunjukan Lampung sebagai salah satu lokasi pembangunan PSN hilirisasi ayam terintegrasi merupakan bentuk kepercayaan besar dari pemerintah pusat terhadap potensi daerah. Dengan dukungan lahan, sumber daya, dan posisi strategis sebagai gerbang Sumatera, Lampung dinilai siap menjadi simpul produksi dan distribusi unggas nasional.

Program ini dirancang membangun rantai produksi terpadu, mulai dari pembibitan, pakan, budidaya, pemotongan, pengolahan hingga distribusi. Skema terintegrasi tersebut diyakini akan memutus ketergantungan pada pola lama yang membuat peternak rentan fluktuasi harga dan minim margin keuntungan.

“Kalau ekosistemnya terbangun utuh, maka efek bergandanya luar biasa. Industri pakan tumbuh, serapan tenaga kerja meningkat, UMKM pengolahan berkembang, hingga distribusi dan logistik ikut bergerak. Ini bukan hanya soal ayam, tapi soal perputaran ekonomi Lampung,” ujar Abas.

Ia juga mendorong agar penguatan hilirisasi ini benar-benar melibatkan peternak lokal sebagai mitra utama, bukan sekadar penonton. Pihaknya siap mengawal agar kebijakan daerah sejalan dengan agenda besar hilirisasi, termasuk kemudahan perizinan, infrastruktur pendukung, dan akses pembiayaan.

Dengan ekosistem pertanian dan peternakan Lampung yang selama ini sudah besar, dukungan hilirisasi dari pusat dan daerah diyakini akan menciptakan multiplayer effect terhadap kesejahteraan masyarakat. Nilai tambah produksi meningkat, pendapatan petani terdongkrak, dan daya saing daerah menguat.

“Hilirisasi harus jadi mesin akselerasi. Petani sejahtera, peternak berdaya, Lampung melesat,” pungkasnya. (*)

Editor: M. Davit Saputra, S.H.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *