Example floating
Example floating
Legislatif

PIP-WK di Pesawaran, Yudha Al Hadjid Tekankan Peran Keluarga Awasi Generasi Muda

20
×

PIP-WK di Pesawaran, Yudha Al Hadjid Tekankan Peran Keluarga Awasi Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
PIP-WK Yudha Al Hadjid/Ist.

LEGISLATIF – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Yudha Alhadjid, menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Desa Gedung Dalom, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Minggu (15/2/2026).

Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Lampung itu mengatakan, kegiatan sosialisasi Pancasila merupakan bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar bangsa di tengah tantangan perkembangan zaman.

“Sengaja hari ini saya hadirkan dua narasumber, yakni Dr. Rifandy Ritonga, S.H., M.H. dan Poltak Aritonang. Keduanya akan memberikan pemaparan mengenai pentingnya menanamkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ujar Yudha.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung tersebut menegaskan bahwa pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan tanggung jawab bersama untuk menjaga keutuhan bangsa. Menurutnya, masyarakat perlu memahami Pancasila secara utuh, mulai dari nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, hingga Keadilan Sosial.

“Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman serta wawasan tentang nilai-nilai Pancasila secara menyeluruh. Pancasila bukan hanya dihafal, tetapi harus diamalkan dalam setiap aspek kehidupan,” tegasnya.

Yudha mengakui, di era modern tantangan terhadap pengamalan nilai Pancasila semakin kompleks. Perkembangan teknologi informasi, khususnya penggunaan telepon genggam, dinilai membawa dampak besar terhadap pola pikir, perilaku, hingga etika generasi muda.

“Tidak bisa dipungkiri, di era modern saat ini nilai-nilai Pancasila mulai terkikis. Salah satunya karena pengaruh HP. Tugas kita sebagai orang tua adalah mengawasi dan mengarahkan anak-anak untuk menggunakan HP dengan bijak. Karena pengaruhnya sangat kuat dalam membentuk pola pikir, etika, dan moral,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengawasan orang tua menjadi kunci dalam membentengi generasi muda dari dampak negatif arus informasi yang tidak terfilter. Masyarakat juga diajak memperkuat pendidikan karakter di lingkungan keluarga sebagai fondasi utama pembinaan ideologi bangsa.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap masyarakat Desa Gedung Dalom semakin memahami pentingnya Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara, serta mampu mengimplementasikannya secara nyata demi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa yang kokoh,” katanya.

Sementara itu, Dr. Rifandy Ritonga dalam paparannya menekankan pentingnya pemahaman konstitusional terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan sumber dari segala sumber hukum.

“Wawasan kebangsaan harus ditanamkan sejak dini agar masyarakat memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga persatuan dan kesatuan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Poltak Aritonang yang menyoroti pentingnya menjaga semangat kebhinekaan di tengah perbedaan suku, agama, dan budaya.

“Melalui sosialisasi Pancasila, keberagaman harus dipandang sebagai kekuatan bangsa yang dirawat melalui sikap saling menghormati dan toleransi,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *