Example floating
Example floating
Legislatif

Lesty Putri Utami Tinjau Lokasi Banjir di Lampung Selatan, Dorong Perbaikan Tanggul Way Galih

10
×

Lesty Putri Utami Tinjau Lokasi Banjir di Lampung Selatan, Dorong Perbaikan Tanggul Way Galih

Sebarkan artikel ini
Lesty Putri Utami saat meninjau banjir di Way Galih/Ist.

LAMPUNG SELATAN – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Lesty Putri Utami, meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Kertosari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memetakan kerusakan infrastruktur serta lahan pertanian milik warga.

Lesty Putri Utami mengatakan, bencana banjir tersebut telah berdampak luas pada area permukiman warga di beberapa RT dalam satu dusun, serta merendam ratusan hektare lahan persawahan.

“Banjir ini diakibatkan oleh jebolnya tanggul Air Way Galih. Dampaknya sangat signifikan, tidak hanya merendam rumah warga tetapi juga ratusan hektare sawah yang sebenarnya sudah siap panen,” ujar Lesty, Sabtu (7/3/2026).

Ia menjelaskan, akibat rendaman air yang cukup tinggi, para petani di Desa Kertosari terancam mengalami gagal panen massal. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena menyangkut ketahanan ekonomi masyarakat setempat.

Menurut legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut, penanganan tanggul Way Galih merupakan ranah wewenang Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung. Oleh karena itu, ia berkomitmen segera menindaklanjuti temuan lapangan tersebut kepada pihak terkait.

“Kondisi ini akan segera kami laporkan dan koordinasikan dengan BBWS agar segera dilakukan tindakan darurat maupun permanen terhadap tanggul yang jebol. Kita ingin penanganan dilakukan secepat mungkin agar luapan air tidak kembali merusak pemukiman dan lahan pertanian warga,” tegasnya.

Lesty juga meminta pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk tetap bersiaga serta memastikan kebutuhan logistik bagi warga terdampak terpenuhi selama masa pemulihan.

Ia berharap adanya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan instansi vertikal seperti BBWS agar persoalan banjir tahunan di wilayah tersebut dapat teratasi secara permanen.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *