Example floating
Example floating
Legislatif

Silaturahmi Ramadan, Munir Abdul Haris Santuni Anak Yatim dan Guru Ngaji

41
×

Silaturahmi Ramadan, Munir Abdul Haris Santuni Anak Yatim dan Guru Ngaji

Sebarkan artikel ini
Munir Abdul Haris/Ist.

LAMPUNG TENGAH – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Munir Abdul Haris, S.Sos.I, menggelar kegiatan santunan anak yatim dan silaturahmi bersama guru ngaji serta tokoh masyarakat.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan laporan pertanggungjawaban (LPJ) satu tahun masa pengabdian Munir sebagai anggota DPRD Provinsi Lampung periode 2024–2029.

Acara berlangsung pada Ahad, 15 Maret 2026 di Posko Munir Centre, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sendangagung, Kabupaten Lampung Tengah, dan dihadiri sekitar 800 orang.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Ya Lal Wathon, kemudian dilanjutkan doa bersama untuk keselamatan bangsa yang dipimpin KH Shohahun Zainun, pengasuh Pondok Pesantren Sananul Falah Sendangmulyo.

Turut memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut di antaranya Munir Abdul Haris selaku anggota DPRD Provinsi Lampung, anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah H. Ujang Mahmud, Kepala Kampung Sendangmulyo Suparyo, serta perwakilan tokoh masyarakat Bapak Laman.

Acara kemudian dilanjutkan dengan santunan anak yatim serta pembagian bingkisan bagi guru ngaji, tokoh masyarakat, dan warga yang hadir.

Sejumlah tokoh agama dan organisasi juga hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya KH Hamdat (Syuriah PCNU Lampung Tengah), Kyai Gufron Mustofa (Ketua MWC NU Sendangagung), Ustadzah Unainah (Ketua PAC Fatayat), Ibu Jariyah (Ketua PAC Muslimat), Khomaedi (Ketua DPAC PKB), KH Jalil (MWC NU Bangunrejo), serta para pengasuh pondok pesantren, ustadz dan ustadzah, imam masjid dan musala, pimpinan jamaah yasinan, aparatur kampung, tokoh pemuda, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Munir menyampaikan sejumlah capaian dan upaya yang telah diperjuangkannya selama satu tahun menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Lampung, khususnya untuk pembangunan di daerah pemilihan (dapil) VII Lampung Tengah.

Ia menjelaskan bahwa bersama gubernur dan wakil gubernur, anggota DPRD Provinsi memiliki kewajiban mendorong percepatan pembangunan, termasuk pembangunan jalan provinsi di wilayah Lampung Tengah.

Munir menyebutkan, berkat kekompakan 12 anggota DPRD Provinsi Lampung lintas fraksi dari dapil VII serta komitmen pemerintah provinsi, Lampung Tengah pada tahun 2026 mendapatkan prioritas pembangunan ruas jalan provinsi dengan total nilai proyek lebih dari Rp300 miliar.

Beberapa ruas jalan yang akan dibangun antara lain Pringsewu–Kalirejo sepanjang 2,5 kilometer dengan anggaran Rp25 miliar, Bandar Jaya–Mandala sepanjang 10 kilometer senilai Rp100 miliar, Wates–Metro sepanjang 1,5 kilometer senilai Rp15 miliar, Kalirejo–Bangunrejo sepanjang 6 kilometer senilai Rp60 miliar, Padang Ratu–Pekurun Udik sepanjang 4 kilometer senilai Rp40 miliar, serta Padang Ratu–Kalirejo sepanjang 7 kilometer dengan anggaran Rp70 miliar.

“Jika tahun 2025 hanya sekitar Rp97 miliar, tahun ini naik hampir tiga kali lipat. Ini berkat kekompakan 12 anggota DPRD Provinsi lintas fraksi dari dapil VII Lampung Tengah yang terus memperjuangkan pembangunan daerah,” ujar Munir yang juga menjabat Wakil Katib PWNU Lampung dan Wakil Ketua Umum KADIN Lampung.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah masyarakat menyampaikan aspirasi. Martoyo mengucapkan terima kasih karena cucunya berhasil mendapatkan beasiswa kuliah melalui perjuangan Munir. Sementara Sumarni, mewakili wali murid di Kecamatan Sendangagung, menyampaikan apresiasi atas Program Indonesia Pintar (PIP) aspirasi PKB yang telah membantu ribuan siswa.

Munir menjelaskan bahwa pada 2024 sebanyak 11 ribu siswa di Lampung Tengah berhasil mendapatkan bantuan tersebut, dan meningkat menjadi 25 ribu siswa pada 2025 dari berbagai jenjang pendidikan mulai SD, SMP, SMA hingga SMK.

“Semoga di tahun 2026 minimal bisa bertahan di angka 25 ribu siswa, syukur bisa bertambah lagi,” katanya.

Selain itu, warga juga menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Munir menegaskan akan menjalankan fungsi pengawasan agar program tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi siswa.

Menurutnya, anggaran untuk menu MBG sebesar Rp8 ribu untuk siswa TK hingga kelas 3 SD dan Rp10 ribu untuk siswa kelas 4 ke atas harus digunakan sepenuhnya untuk kebutuhan makanan bergizi.

“Kalau ada indikasi pengurangan anggaran atau kualitas makanan yang tidak layak, silakan laporkan kepada saya agar bisa segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Aspirasi lain datang dari Sutarjo yang mewakili sekitar 200 sopir truk di Kecamatan Sendangagung terkait larangan truk melintas di ruas jalan Pringsewu karena dianggap melebihi muatan.

Menanggapi hal itu, Munir menjelaskan bahwa sesuai peraturan daerah, batas maksimal muatan jalan provinsi adalah 12 ton, sedangkan jalan kabupaten 8 ton. Ia menegaskan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, serta dinas terkait untuk mencari solusi terbaik bagi para sopir.

Acara berlangsung dengan lancar hingga akhir kegiatan. Seluruh peserta yang hadir juga menerima bingkisan dari Munir Abdul Haris.
“Mohon jangan dilihat dari nilainya, semoga silaturahmi ini menambah amal kebaikan kita semua di bulan yang penuh berkah ini, sekaligus menjadi doa bersama untuk bangsa dan daerah kita,” tutup Munir.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *