Example floating
Example floating
Lampung

PKK Lampung Luncurkan Desa TAPIS, Dorong Kesejahteraan dan Penurunan Stunting di Tulang Bawang

26
×

PKK Lampung Luncurkan Desa TAPIS, Dorong Kesejahteraan dan Penurunan Stunting di Tulang Bawang

Sebarkan artikel ini
Purnama Wulan Sari Mirza, memimpin pencanangan Desa TAPIS (Desa kesejahTeraan keluArga untuk lamPung maju Indonesia emaS)/Foto: Ist.

LAMPUNG – Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, memimpin pencanangan Desa TAPIS (Desa kesejahTeraan keluArga untuk lamPung maju Indonesia emaS) di Kampung Catur Buana Karya Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Selasa (16/9/2025).

Program ini ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/514/V.09/HK/2025. Desa TAPIS diproyeksikan menjadi percontohan sinergi antara PKK, perangkat daerah, dan dunia usaha, dengan mengintegrasikan 10 Program Pokok PKK serta kebijakan pemerintah pusat maupun daerah.

Wulan Mirza menegaskan, Desa TAPIS diarahkan pada sejumlah target strategis: menurunkan prevalensi stunting, mengoptimalkan sarana kesehatan, menekan inflasi melalui program HATINYA PKK, memperkuat ekonomi keluarga lewat UP2K, serta memperbaiki infrastruktur desa.

“Keberhasilan program PKK sangat bergantung pada sinergi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen pendukung,” tegas Wulan Mirza.

Ia mengajak seluruh pihak untuk memperkuat gotong royong dan berinovasi sesuai potensi desa.“Saya mengajak kita semua untuk menyukseskan program Desa TAPIS binaan PKK Provinsi Lampung ini dalam mewujudkan Lampung Maju Menuju Indonesia Emas,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wulan Mirza memberi apresiasi atas capaian penurunan angka stunting di Tulang Bawang. Dari semula 26 anak, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 19 anak.

“Ini menunjukkan bahwa gerakan, pembinaan, dan kampanye penurunan stunting di sini sudah berjalan. Kami berharap penurunan ini akan terus berlanjut dengan semangat kader Posyandu dan kolaborasi dengan PKK, termasuk kunjungan langsung ke rumah-rumah warga untuk pemeriksaan dan penanganan,” paparnya.

Selain stunting, pemberantasan kecacingan juga menjadi fokus perhatian. Wulan Mirza menegaskan tanggung jawab itu tidak hanya pada kader Posyandu atau PKK, melainkan harus melibatkan organisasi lain seperti Dharma Wanita.

Meski puas dengan sarana pelayanan publik di Kampung Catur Buana Karya Jaya, ia mengingatkan untuk tidak cepat berpuas diri.
“Kita harus terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan desa di sini,” pungkasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Lampung juga menyerahkan sejumlah bantuan, mulai dari paket sembako, telur, kampanye gizi, bibit cabai, peningkatan jalan kampung, kursi roda, hingga alat bantu dengar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *