PENDIDIKAN – Kualitas lulusan SMK SMTI Bandar Lampung kembali mendapat pengakuan dari pihak industri. Kepala SMK SMTI Bandar Lampung, Farid Hardiana, SE, M.Ak., menegaskan bahwa lulusan sekolahnya semakin siap terjun langsung ke dunia kerja berkat penguatan kompetensi dan kedisiplinan selama masa pendidikan.
“Setiap tahun kami mengalami peningkatan penyerapan lulusan yang langsung terjun ke industri. Itu bukti bahwa lulusan SMTI siap kerja,” kata Farid, Sabtu (15/11/2025).
Farid menjelaskan, meski sebagian siswa memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sekolah tetap mengarahkan mereka untuk mempertimbangkan bekerja terlebih dahulu terutama jika pilihan kampusnya adalah perguruan tinggi swasta.
“Kami sudah edukasi ke anak-anak. Kalau kuliah di negeri silakan, tapi kalau swasta lebih baik bekerja dulu. Namun keputusan akhir tetap pada anak dan orang tua, dan itu tidak masalah,” ujarnya.
Saat ini SMK SMTI Bandar Lampung memiliki delapan kelas dengan jumlah siswa tiap angkatan lebih dari 300 orang. Sekolah juga berencana menambah kelas untuk memperluas peluang lulusan terserap industri. Selain itu, pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah menargetkan membuka jurusan baru yaitu Otomasi, didukung lima guru teknik elektro yang sudah siap mengajar.
“Kami sudah mengajukan. Jika disetujui, di tahun ajaran 2026 jurusan otomasi akan kami buka,” jelas Farid.

Pengakuan kualitas lulusan SMTI juga datang dari dunia usaha. Usai menandatangani MoU dengan SMTI, Direktur CV Spice Solution Indonesia (SSI), Weli Budiman menyebut bahwa kompetensi siswa dan alumni SMTI sangat sesuai dengan kebutuhan industri, terutama sektor pengolahan dan ekspor rempah.
“Menurut pandangan saya, 80 persen lebih alumni di sini siap kerja. Pola pikir mereka sudah matang untuk level SMK,” kata Weli.
Ia menambahkan, pembelajaran di SMTI sangat relevan dengan kebutuhan industri.“Di sekolah mereka sudah belajar pengujian kandungan, kadar air, dan sebagainya. Korelasinya dengan perusahaan kami sangat cocok,” ujarnya.(TL)












