LEGISLATIF – Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil Bandar Lampung dari Fraksi Partai Demokrat, Budiman AS, menggelar kegiatan reses di Sekolah SMP Muhammadiyah, Kecamatan Bumi Waras untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat, Selasa (18/11/2025). Dalam kesempatan itu, Budiman menegaskan bahwa reses adalah momentum silaturahmi sekaligus wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi.
Budiman menjelaskan dirinya telah mengabdikan diri sebagai wakil rakyat selama empat periode, 2 periode di DPRD Bandar Lampung dan sempat menjadi Ketua DPRD Bandar Lampung 1 periode. Sementara saat ini di DPRD Provinsi Lampung juga menjabat dua periode.
“Saya saat menjabat Ketua DPRD Bandar Lampung bersama Pak Herman HN kala itu membuat beberapa program unggulan seperti Billing dan flyover untuk mengurai kemacetan,” ujarnya dihadapan masyarakat.
Sebagai anggota Komisi I yang membidangi hukum, pemerintahan, perizinan, dan pertanahan, Budiman menegaskan bahwa DPRD adalah perpanjangan tangan masyarakat.
“DPRD ini pesuruh rakyat, apa yang ingin disampaikan akan kami teruskan,” kata dia.

Soroti Penurunan Jumlah Murid Muhammadiyah
Budiman yang merupakan alumni SMP Muhammadiyah angkatan 1975 mengaku prihatin dengan kondisi sekolah tersebut. Ia menyebut jumlah murid terus menurun dan bangunan mengalami kerusakan.
“Saya sempat menanyakan kepada Disdik tentang bagaimana peningkatan murid di Muhammadiyah. Bahkan info terakhir yang saya dapat, SMP Muhammadiyah mau dibubarkan. Ini sangat memprihatinkan,” ucapnya.
Sanusi, salah satu warga, juga menyampaikan kondisi sekolah yang memerlukan perhatian. Bangunan bocor, banyak bagian lapuk, karpet usang, dan munculnya tikus akibat konstruksi yang sudah lama tidak diperbaiki.
Menanggapi hal ini, Budiman berjanji akan memperjuangkan renovasi total.
“Mudah-mudahan ada peninjauan di sini. Dibongkar habis dan dibuat dua tingkat,” tegasnya.
BPJS Penuh, Pasien Mendesak Harus Dibantu
Budiman juga menyoroti persoalan pelayanan kesehatan, khususnya terkait BPJS. Dirinya mengeluhkan penanganan kepada pasien BPJS terutama masyarakat miskin.
”Saya paling sedih kalau masyarakat miskin butuh penanganan segera tetapi ditolak karena alasan kamar penuh. Saya sidak kelas 3 memang penuh, tapi kelas 1 dan 2 kosong. Saya minta dititipkan ke kelas 2 dengan pelayanan yang sama,” ungkapnya.
Ia meminta warga menghubungi dirinya jika menghadapi kasus serupa.
“Kalau sakitnya mendesak dan tidak dapat kamar, hubungi saya. Pasien akan saya bantu untuk carikan kamar,” ujarnya.
Rujukan Kesehatan dan Infrastruktur Lingkungan
Warga lainnya mengeluhkan sulitnya mendapatkan rujukan dari puskesmas serta sulitnya pelayanan setelah masuk rumah sakit. Persoalan banjir juga menjadi isu utama, terutama terkait perbaikan talut dan pengangkatan sedimen siring yang tidak kunjung terealisasi meski sudah diajukan dalam musrenbang setiap tahun.
Aulia Wahyudin menuturkan setiap tahun mengikuti musrenbang tingkat kelurahan dan membuat hingga dibuat skala prioritas, namun sampai sekarang tidak ada yang terwujud.
Menanggapi hal tersebut, Budiman menyatakan siap berkoordinasi dengan anggota DPRD Kota dan pihak terkait.
“Insyaallah saya turun langsung. Persoalan ini akan saya sampaikan kepada lima anggota DPRD Bandar Lampung. Saya panggil mereka untuk backup persoalan ini. Saya juga malu kalau daerah ini banjir,” tegasnya.
Selain itu Budiman menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan guru, khususnya dari sekolah-sekolah Muhammadiyah.(TL)












