Example floating
Example floating
Legislatif

KADIN Lampung Sejalan dengan KADIN Pusat Tolak Impor 105 Ribu Kendaraan

38
×

KADIN Lampung Sejalan dengan KADIN Pusat Tolak Impor 105 Ribu Kendaraan

Sebarkan artikel ini
Munir Abdul Haris/Ist.

LEGISLATIF – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Lampung melalui Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Industri dan Perdagangan, Munir A. Haris, menyatakan sikap tegas menolak rencana impor 105.000 kendaraan niaga dari India senilai Rp24,66 triliun untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Munir menegaskan, KADIN Lampung sejalan dan sependapat dengan KADIN Pusat agar Presiden Prabowo Subianto membatalkan rencana impor tersebut.“Kita sejalan dan sependapat dengan KADIN Pusat agar Bapak Presiden membatalkan rencana impor mobil dari India sebanyak 105.000 kendaraan niaga senilai Rp24,66 triliun untuk kebutuhan operasional KDKMP,” ujar Munir, Senin (23/2/2026).

Ia meyakini Presiden konsisten dengan visi yang kerap disampaikan dalam berbagai pidato, yakni Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri secara ekonomi, berdaulat di bidang politik, dan berkepribadian dalam budaya.

Menurutnya, penggunaan kendaraan taktis Maung sebagai mobil operasional Presiden merupakan simbol konkret kebanggaan terhadap produk dalam negeri.

“Penggunaan mobil Maung sebagai kendaraan operasional Presiden adalah wujud nyata kecintaan terhadap produk dalam negeri. Kita bangga atas jiwa patriot Presiden. Konsistensi itu harus dilanjutkan dengan langkah-langkah konkret lainnya,” tegasnya.

Munir yang juga anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung itu mengaku terkejut dengan rencana impor tersebut karena dinilai tidak sejalan dengan semangat kemandirian ekonomi nasional di awal pemerintahan.“Saya yakin ini ulah segelintir orang di lingkaran Presiden. Presiden harus segera membatalkan, meskipun konon 200 unit kendaraan sudah sampai di Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, kebutuhan kendaraan pickup untuk KDKMP seharusnya menjadi momentum strategis untuk memperkuat industri otomotif dalam negeri, mendorong peningkatan kapasitas produksi, penyerapan tenaga kerja, serta penguatan rantai pasok nasional.

Diketahui, rencana impor tersebut dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara dengan rincian:

  • 35.000 unit mobil pickup 4×4 dari Mahindra & Mahindra Ltd
  • 35.000 unit pickup 4×4 dari Tata Motors
  • 35.000 unit truk roda enam dari produsen yang sama.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *