Example floating
Example floating
Legislatif

PIP-WK di Lamsel, Agus Sutanto Dorong Warga Jaga Persatuan

16
×

PIP-WK di Lamsel, Agus Sutanto Dorong Warga Jaga Persatuan

Sebarkan artikel ini
PIP-WK Agus Sutanto/Ist.

LEGISLATIF – Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Golkar, Agus Sutanto, menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan pertama pada Februari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (08/02/2026) di Desa Way Gelam, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota legislatif dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila.

Menurutnya, Pancasila harus terus ditanamkan di tengah kehidupan masyarakat sebagai fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi, penguatan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan menjadi sangat penting. Kita ingin masyarakat tetap solid, menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah,” ujar Agus Sutanto di hadapan peserta sosialisasi.

Selanjutnya, Ketua DPD Golkar Kabupaten Lampung Selatan tersebut menegaskan bahwa tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks, terutama dengan maraknya informasi yang belum tentu benar di media sosial.

Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki filter ideologis yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan nilai luhur bangsa.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, saya berharap masyarakat Desa Way Gelam semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila serta wawasan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, diharapkan tercipta suasana yang harmonis, rukun, serta penuh semangat kebersamaan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Derri Kusuma, SE, yang merupakan Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan, turut menjadi narasumber dan menegaskan pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan atau simbol negara, melainkan pedoman moral dan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

“Nilai gotong royong, toleransi, dan semangat persatuan harus kita jaga bersama. Wawasan kebangsaan penting agar kita memiliki rasa cinta tanah air dan tanggung jawab terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelas Derri.

Dalam kesempatan tersebut, Derri juga mengajak para peserta untuk memahami dan menjaga keberagaman sebagai kekuatan bangsa. Diskusi berkembang pada isu-isu aktual di tengah masyarakat, termasuk peran keluarga dan lingkungan dalam menanamkan nilai kebangsaan sejak dini.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Way Gelam, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan organisasi perempuan Fatayat dan Muslimat Nahdlatul Ulama. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan sesi tanya jawab yang berlangsung hangat dan interaktif.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *