Example floating
Example floating
Lampung

Pemprov Lampung Dukung Hilirisasi Ayam

38
×

Pemprov Lampung Dukung Hilirisasi Ayam

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian Pertanian dan PTPN I melakukan groundbreaking Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Kebun Kedaton Trikora PTPN I Regional 7, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (6/2/2026)/Ist.

LAMPUNG – Menindaklanjuti pertemuan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dengan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian Pertanian dan PTPN I melakukan groundbreaking Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Kebun Kedaton Trikora PTPN I Regional 7, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (6/2/2026).

Groundbreaking tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian yang diwakili Direktur Pakan Ditjen PKH Tri Melasari, serta Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas.

Seremoni groundbreaking dilaksanakan secara daring serentak dari Jakarta dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, serta diikuti enam provinsi, yakni Lampung, Gorontalo, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa proyek hilirisasi ayam terintegrasi tidak sekadar berorientasi pada pembangunan fisik, melainkan menjadi simbol perubahan arah pembangunan ekonomi Lampung berbasis penciptaan nilai tambah.

“Lampung adalah lumbung pangan nasional. Namun, kita tidak boleh berhenti hanya sebagai penyedia bahan mentah. Hilirisasi ayam terintegrasi ini merupakan langkah konkret agar manfaat ekonomi tetap berada di daerah,” ujar Gubernur Mirza.

Ia menilai penguatan hilirisasi menjadi kunci peningkatan daya saing daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani.

Dalam kesempatan tersebut, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang menetapkan Provinsi Lampung sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program strategis nasional tersebut.

Menurut Marindo, Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi merupakan bagian dari agenda ketahanan pangan nasional dan sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menempatkan pangan dan perbaikan gizi sebagai prioritas pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

“Program ini juga mendukung Asta Cita Presiden, khususnya penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui penyediaan protein hewani yang berkualitas dan terjangkau,” jelasnya.

Di Provinsi Lampung, program ini diwujudkan melalui empat proyek utama, yakni pembangunan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) berkapasitas 2.000 ekor per jam beserta cold storage berkapasitas 50 ton, pembangunan parent stock dan hatchery ayam layer, pembangunan pabrik pakan ternak tahap kedua, serta pembangunan pabrik tepung telur tahap kedua. Keempat proyek tersebut membentuk ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Marindo berharap program ini mampu meningkatkan kesejahteraan peternak, menjaga stabilitas harga pakan dan ayam, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperkuat perekonomian daerah.

“Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong agar distribusi ayam dilakukan dalam bentuk produk olahan guna meningkatkan nilai tambah. Selain itu, penguatan sektor hulu terus dilakukan melalui peningkatan produksi jagung sebagai bahan baku pakan ternak, penyediaan sarana pendukung, serta penguatan ekonomi desa,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pakan Ditjen PKH Kementerian Pertanian Tri Melasari menjelaskan, groundbreaking ini merupakan bagian dari program nasional untuk mendukung swasembada pangan protein hewani di 30 provinsi. Namun, tahap awal difokuskan di enam provinsi, salah satunya Lampung.

“Untuk Provinsi Lampung, pembangunan dilakukan di tiga lokasi lahan PTPN, meliputi RPHU dan cold storage, pabrik pakan, pengolahan tepung telur dan daging, serta hatchery untuk DOC ayam petelur,” katanya.

Ia menilai Lampung sangat potensial sebagai pemasok protein hewani, baik untuk wilayah Sumatera maupun Jabodetabek, sehingga layak menjadi simpul produksi dan distribusi nasional.

Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas menambahkan, proyek ini menjadi tonggak penting dalam menciptakan nilai tambah berkelanjutan. Nilai investasi tahap pertama di Lampung mencapai sekitar Rp600 miliar untuk pembangunan RPHU, cold storage, dan pabrik pakan. Tahap selanjutnya akan dilanjutkan dengan pembangunan industri pakan, hatchery, serta parent stock layer dan broiler.

Industri ternak ayam terpadu di Trikora ini diproyeksikan mampu memproduksi hingga 5.760 ton karkas daging ayam per tahun guna memenuhi kebutuhan protein masyarakat Sumatera.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *