LAMPUNG – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyiapkan skema business matching antara penyandang disabilitas dengan pihak swasta dan perusahaan guna membuka akses kerja yang lebih luas di Provinsi Lampung.
Hal itu disampaikan Wagub Jihan saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan dan silaturahmi Ketua Umum bersama keluarga besar Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) di SLB Negeri PKK Provinsi Lampung, Kamis (5/3/2026). Kehadiran Jihan disambut meriah oleh para siswa penyandang disabilitas melalui pertunjukan tarian di hadapan tamu undangan.
Dalam kesempatan itu, Wagub menyoroti masih terbatasnya akses pekerjaan bagi penyandang disabilitas, khususnya di sektor formal. Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk membuka peluang kerja yang lebih luas bagi kelompok disabilitas.
Salah satu skema yang disiapkan adalah mempertemukan penyandang disabilitas dengan pihak swasta maupun perusahaan melalui mekanisme business matching.
“Sedang ditata sebetulnya. Kemarin bersama Pak Gubernur kami menyiapkan skenario, termasuk mempertemukan teman-teman disabilitas dengan pihak swasta atau perusahaan melalui semacam business matching agar mereka bisa lebih mudah mengakses pekerjaan,” ujar Jihan.
Selain membuka akses kerja, Pemprov Lampung juga berupaya meningkatkan keterampilan penyandang disabilitas melalui program pendidikan vokasi. Menurut Jihan, penguatan keterampilan menjadi langkah penting agar penyandang disabilitas memiliki kemampuan sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Sebelumnya juga kita harus menata skill mereka melalui pendidikan vokasi, sehingga mereka bisa mengakses program-program vokasi yang kita siapkan,” tambahnya. Ia menegaskan, pemerintah daerah bersama Gubernur Lampung tengah menyiapkan program khusus yang berfokus pada pendidikan dan peningkatan keterampilan bagi penyandang disabilitas.
Di akhir kesempatan, Wagub Jihan mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan empati terhadap penyandang disabilitas sebagai bagian dari masyarakat Lampung.
“Kita hidup berdampingan dengan keluarga besar teman-teman disabilitas. Karena itu kita perlu menumbuhkan empati, bergandeng tangan bersama mereka, sebab mereka juga bagian dari masyarakat dan daerah Lampung,” tutup Jihan.(*)












