LAMPUNG – Anggota Komisi I DPRD Lampung, Reza Berawi, menyatakan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Polda Lampung hingga jajaran Polres dan Polsek perlu lebih giat kembali melakukan pengamanan-pengamanan wilayah.
Pernyataan ini disampaikan menyusul meninggalnya anggota Intelkam Polda Lampung, Brigadir Arya Supena, yang tewas ditembak pelaku curanmor di Kota Bandar Lampung pada Sabtu (9/5/2026).
Ia menilai, kasus tersebut serta maraknya pencurian yang terjadi di siang hari mengindikasikan tingkat kerawanan yang semakin meningkat, sementara upaya penyelesaian dan penanganan belum optimal.
“Kasus ini dan kasus-kasus pencurian di siang hari mengindikasikan bahwa tingkat kerawanan yang semakin meningkat sementara upaya penyelesaian dan penanganan belum optimal,” ujarnya saat diwawancarai di ruang Komisi I DPRD Lampung, Senin (11/5/2026).
Reza menyarankan polisi secara proaktif melakukan tindakan-tindakan yang lebih tegas, sekaligus memperkuat langkah-langkah pendidikan yang bersifat preventif. Hal ini agar tidak hanya memberikan efek jera terhadap pelaku kejahatan saat ini, tetapi juga mencegah potensi pengulangan kejahatan serupa.
Lebih lanjut, kepolisian diharapkan terus aktif kembali membangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga tokoh agama.
Selain itu, Politisi Gerindra ini juga mendorong kepolisian untuk mencari sumber persoalan terjadinya kriminalitas, apakah berbasiskan ekonomi atau faktor lainnya, agar penanganan lebih efektif.
“Kalau berbasiskan ekonomi maka Polri dengan penguatan oleh pemerintah daerah juga dapat mendorong menciptakan lapangan-lapangan pekerjaan baru,” katanya.
Menanggapi maraknya penggunaan senjata api dalam sejumlah kasus kejahatan di Bandar Lampung, pihaknya merencanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kapolda Lampung beserta jajaran terkait.
Reza menambahkan, selain persoalan tersebut, terdapat sejumlah isu lain yang juga menjadi perhatian dan akan dibahas dalam RDP, seperti kasus meninggalnya Muslimat NU di Lampung Timur, potensi konflik agraria dan tambang ilegal di Lampung.
“Semua persoalan ini memerlukan diskusi yang mencari solusi sehingga semuanya bisa terselesaikan,” pungkasnya.(*)












