Kedua korban diketahui bernama Fatmawati (23), warga Tulang Bawang Barat, dan Bunga (23), warga Metro. Keduanya tinggal di kawasan Rajabasa, Bandar Lampung.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, kami mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban dua mahasiswi. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhumah dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Mirza.
Ia juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
Menanggapi peristiwa itu, Mirza menekankan pentingnya langkah preventif agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, terutama di lokasi wisata yang berada di sekitar aliran sungai.
Menurut dia, seluruh pihak harus meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengawasan di titik-titik rawan ketika terjadi peningkatan debit air.
“Kita semua harus melakukan tindakan preventif. Ketika terjadi air bah, titik-titik rawan harus segera diberikan peringatan dini, serta dilakukan pengendalian dan pengawasan yang lebih ketat,” tegasnya.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Rabu (1/4/2026), saat kedua mahasiswi itu berada di aliran sungai kawasan wisata Wira Garden. Keduanya diduga terseret arus deras hingga hanyut menuju hilir.
Setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan, kedua korban ditemukan pada Kamis (2/4/2026) di perairan sekitar Pulau Pasaran, Kecamatan Teluk Betung Timur, dalam kondisi meninggal dunia.Salah satu korban ditemukan tersangkut di pagar saat seorang nelayan sedang mengecat kapal. Sementara satu korban lainnya ditemukan mengapung di laut.(*)












