Example floating
Example floating
Berita

Rahmawati Alirkan Harapan Lewat Program Air Bersih

56
×

Rahmawati Alirkan Harapan Lewat Program Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Anggota DPR RI, Rahmawati Herdian/Foto: ist.

LAMPUNG – “Dulu kami harus berjalan jauh hanya untuk mendapatkan air bersih. Sekarang air mengalir sampai ke rumah.” Kalimat sederhana itu menggambarkan kebahagiaan yang kini dirasakan warga di Desa Pasir Ukir, Kecamatan Pagelaran, dan Desa Blitar Rejo, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu. Senyum serupa juga terlihat di Desa Tanjung Ratu dan Desa Tanjung Agung, Kecamatan Ketibung, serta Desa Purwodadi, Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan.

Harapan yang selama bertahun-tahun dinanti akhirnya menjadi kenyataan. Warga kini memiliki sumber air bersih sendiri melalui Program Aspirasi Komisi IX DPR RI berupa Sumur Bor Padat Karya Tingkat Desa (PKTD) Kementerian Kesehatan RI Tahun 2026.

Peresmian program tersebut dilakukan oleh Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi Partai NasDem, Rahmawati Herdian, SH., M.Kn., yang didampingi Ketua DPD Partai NasDem Pringsewu, Siti Rahma, serta Ketua DPD Partai NasDem Lampung Selatan, Miftahul Bahri.

Bagi masyarakat, kehadiran sumur bor ini bukan sekadar proyek pembangunan. Ia menjadi jawaban atas persoalan mendasar yang selama ini membayangi kehidupan sehari-hari: sulitnya memperoleh air bersih yang layak dan sehat.

Rahmawati Herdian Mengalirkan Harapan Lewat Program Air Bersih/Foto: Ist.

Setiap unit sumur bor dirancang melayani sekitar 35 kepala keluarga dalam radius 600 hingga 800 meter dari titik sumber air. Sumur digali hingga kedalaman antara 60 sampai 100 meter untuk memperoleh sumber air tanah yang berkualitas.

Air kemudian dialirkan melalui jaringan perpipaan langsung ke rumah-rumah warga. Menariknya, setiap rumah dipasang meter air layaknya pelanggan PDAM sehingga penggunaan air dapat tercatat secara akurat berdasarkan jumlah meter kubik yang digunakan masing-masing keluarga.

Agar program ini terus berjalan dalam jangka panjang, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pengelola. Mereka membentuk Kelompok Kerja Masyarakat (KKM) yang bertugas mencatat pemakaian air, mengelola iuran, hingga melakukan pemeliharaan pompa, jaringan perpipaan, dan sumur bor.

Dana yang terkumpul dari iuran warga digunakan untuk membayar biaya listrik pompa sekaligus memastikan seluruh sarana tetap berfungsi dengan baik. Bahkan, masyarakat menargetkan pada tahun 2026 jumlah penerima manfaat bertambah sedikitnya lima kepala keluarga, sementara pada tahun-tahun berikutnya diharapkan pembangunan sumber air baru dapat terus dilakukan sehingga semakin banyak warga memperoleh akses air bersih.

Menurut Rahmawati Herdian, perjuangan menghadirkan program ini tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Bersama mitra Komisi IX DPR RI dan Kementerian Kesehatan RI, dibentuk tim pendamping yang membantu masyarakat sejak tahap perencanaan, pembangunan hingga pengelolaan.

Lokasi pembangunan pun dipilih secara selektif, yakni kawasan permukiman yang benar-benar mengalami kesulitan memperoleh air bersih, jauh dari sumber air permukaan seperti sungai maupun danau, serta belum terjangkau layanan PDAM.

Kualitas air menjadi perhatian utama. Sebelum sumur digunakan, tim bersama KKM melakukan pengujian kualitas air. Sampel diambil oleh tenaga sanitarian dari puskesmas bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu dan Lampung Selatan, kemudian diperiksa di laboratorium bersertifikat.

Pengujian dilakukan untuk memastikan air bebas dari bakteri Escherichia coli (E. coli), bakteri berbahaya lainnya, logam berat, serta berbagai zat pencemar yang dapat membahayakan kesehatan.

Setelah dinyatakan memenuhi standar, air masih melewati bak penyaringan agar terbebas dari bau maupun rasa yang mengganggu. Tingkat keasaman (pH) juga dipastikan berada pada kisaran 6,5 hingga 8,5 sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebelum akhirnya dialirkan ke rumah-rumah warga.

Bagi Rahmawati Herdian, penentuan lokasi program tidak pernah didasarkan pada pertimbangan politik ataupun basis dukungan partai. Yang menjadi prioritas adalah kebutuhan masyarakat.

“Program ini hadir untuk warga yang benar-benar membutuhkan air bersih, tanpa membedakan latar belakang politik maupun pilihan mereka pada pemilu,” menjadi prinsip yang dipegang dalam pelaksanaan program tersebut.

Ia menilai tugas seorang wakil rakyat adalah menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat, terutama bagi mereka yang selama ini belum menikmati pelayanan dasar seperti akses air bersih.

Semangat itu, menurutnya, sejalan dengan arahan Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Lampung, Herman HN, agar seluruh kader yang mendapat amanah sebagai anggota DPR maupun DPRD senantiasa hadir di tengah masyarakat, membantu mengatasi kesulitan rakyat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan mereka.

Kini, bagi ratusan keluarga di Pringsewu dan Lampung Selatan, air bersih tidak lagi menjadi barang mewah. Ia mengalir dari keran rumah setiap hari, membawa harapan baru bagi kesehatan, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat.

Harapannya, program penyediaan air bersih melalui sumur bor ini dapat terus diperluas ke berbagai daerah lain di Provinsi Lampung sehingga semakin banyak warga merasakan manfaat dari hadirnya negara melalui wakil rakyat yang bekerja untuk kepentingan masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *