Example floating
Example floating
Lampung

BULOG Pastikan Stok Pangan Aman

32
×

BULOG Pastikan Stok Pangan Aman

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG – Perum BULOG memastikan ketersediaan stok pangan pokok, khususnya beras dan minyak goreng, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

Karena itu, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying), termasuk dalam menghadapi momentum hari besar keagamaan maupun dinamika situasi geopolitik global.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Lampung, Rindo Safutra, mengatakan hingga saat ini stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikuasai BULOG Lampung mencapai 177.856 ton.

“Jumlah tersebut diproyeksikan akan terus meningkat seiring kegiatan penyerapan gabah dan beras dalam negeri yang saat ini masih berlangsung di berbagai daerah,” kata Rindo dalam keterangannya.

Menurutnya, BULOG terus mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras petani sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan stok tetap terjaga.

Selain beras, BULOG juga memastikan pasokan minyak goreng untuk masyarakat tetap aman. Hal itu didukung kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dari Kementerian Perdagangan yang mengalokasikan sekitar 46 juta liter minyak goreng merek Minyakita setiap bulan bagi BULOG.

Dengan dukungan kebijakan tersebut, BULOG memastikan ketersediaan beras dan minyak goreng bagi masyarakat tetap terjamin hingga akhir tahun.

Tidak hanya dua komoditas tersebut, ketersediaan bahan pokok lainnya juga terpantau mencukupi. Berdasarkan pemantauan di lapangan, harga sejumlah komoditas sembako relatif stabil dan masih terkendali di pasaran.

Karena itu, masyarakat diimbau berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

BULOG bersama pemerintah, lanjut Rindo, terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan distribusi, penyerapan produksi dalam negeri, serta pelaksanaan berbagai program stabilisasi pangan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *