LEGISLATIF – Keberhasilan Tim Resmob Polres Tulang Bawang Barat mengungkap dan menangkap sindikat perampokan bersenjata api lintas provinsi menuai apresiasi dari kalangan legislatif. Operasi cepat dan terukur tersebut dinilai sebagai bukti nyata komitmen aparat dalam menjaga keamanan wilayah.
Sindikat itu sebelumnya menggasak uang sebesar Rp800 juta dari sebuah mobil Isuzu Elf di Tiyuh Daya Asri, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Setelah melakukan pengejaran dramatis hingga ke wilayah Sumatera Utara, aparat berhasil membekuk tiga pelaku. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
Putra Jaya Umar, Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil VI (Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Mesuji) menilai keberhasilan ini bukan sekadar soal penangkapan pelaku, melainkan pesan kuat bahwa negara hadir dan tidak memberi ruang bagi kriminal bersenjata.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran Polres Tubaba, khususnya tim Resmob dan Tekab 308, yang telah bekerja cepat, terukur, dan profesional. Pengejaran hingga ke Sumatera Utara menunjukkan sinergi dan soliditas antar aparat penegak hukum yang patut diapresiasi,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Anggota Komisi I DPRD Lampung dari Fraksi Partai Golkar itu menegaskan, tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan bersenjata sangat penting untuk memulihkan rasa aman masyarakat. Dalam aksinya, para pelaku diketahui menggunakan senjata api dan sempat melepaskan tembakan untuk mengintimidasi korban.
“Kejahatan seperti ini sangat meresahkan dan membahayakan nyawa. Penangkapan para pelaku menjadi peringatan keras bahwa aparat tidak akan mentolerir aksi kriminal bersenjata di Lampung,” tegasnya.
Putra juga mendorong agar proses hukum dilakukan secara menyeluruh, termasuk membongkar kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik aksi tersebut.
“Jika ada aktor intelektual atau jaringan lintas daerah yang terlibat, harus diungkap sampai ke akar-akarnya. Jangan sampai Tubaba atau wilayah Lampung lainnya menjadi target empuk sindikat kejahatan,” tambahnya.
Ia bahkan menilai keberhasilan ini layak mendapat penghargaan khusus dari Kepolisian Negara Republik Indonesia kepada jajaran Resmob Tubaba dan Polda Lampung atas profesionalisme serta keberanian dalam operasi berisiko tinggi tersebut.
“Prestasi seperti ini harus diberi reward dan apresiasi khusus. Ini bentuk motivasi agar aparat terus menjaga integritas dan kinerja dalam melindungi masyarakat,” ujarnya.
Sebagai wakil rakyat yang duduk di Komisi I ini menegaskan komitmen DPRD untuk mendukung penguatan sektor keamanan, termasuk mendorong peningkatan sarana dan prasarana kepolisian serta sistem pengawasan di jalur-jalur rawan.
“Keamanan adalah fondasi pembangunan. Tanpa rasa aman, roda ekonomi dan aktivitas sosial akan terganggu. Kami siap mendukung kebijakan dan anggaran yang berpihak pada penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat,” pungkasnya. (*)












