Example floating
Example floating
Legislatif

Fraksi PKB Lampung Dorong Realisasi EWS

11
×

Fraksi PKB Lampung Dorong Realisasi EWS

Sebarkan artikel ini
Fatikhatul Khoiriyah, Ketua Fraksi PKB DPRD Lampung /Foto: Ist.

LEGISLATIF – Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, menekankan perlunya langkah konkret dan menyeluruh pasca insiden hanyutnya dua mahasiswi Universitas Lampung di kawasan wisata Wira Garden yang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Selain menyampaikan duka mendalam, Legislator yang akrap disapa Khoir ini mendorong agar tragedi tersebut menjadi momentum pembenahan serius terhadap sistem keselamatan di destinasi wisata berbasis alam, khususnya yang berada di aliran sungai.

“Ini harus menjadi titik evaluasi bersama. Ke depan, sistem mitigasi bencana tidak boleh lagi bersifat wacana, tetapi harus benar-benar diterapkan di lapangan,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Khoir menegaskan, Pemerintah Provinsi Lampung perlu segera merealisasikan pembangunan Early Warning System (EWS) di titik-titik rawan banjir khususnya di Bandar Lampung.

Menurutnya, sistem peringatan dini menjadi langkah krusial untuk mendeteksi kenaikan debit air sejak dari hulu.

“EWS ini sangat penting agar ada peringatan lebih awal, sehingga pengunjung maupun pengelola punya waktu untuk melakukan evakuasi sebelum kondisi memburuk,” tegasnya.

Tak hanya itu, Fraksi PKB juga mendorong penutupan sementara kawasan Wira Garden guna dilakukan audit menyeluruh terhadap standar operasional keselamatan, termasuk kelengkapan rambu peringatan, jalur evakuasi, serta kesiapan petugas di lapangan.

“Kami merekomendasikan penutupan sementara sampai semua aspek keselamatan benar-benar diperbaiki. Jangan sampai tempat wisata dibuka tanpa jaminan keamanan yang memadai,” imbuhnya.

Khoir yang juga anggota komisi II DPRD Lampung, menegaskan DPRD Lampung melalui fungsi pengawasan akan ikut mengawal evaluasi dan perbaikan tata kelola wisata alam di daerah, agar ke depan aspek keselamatan menjadi prioritas utama.

“Kami ingin ada perubahan nyata. Keselamatan masyarakat harus menjadi yang utama dalam setiap pengelolaan destinasi wisata,” pungkasnya.(*)

Editor: M. Davit Saputra, S.H.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *