Example floating
Example floating
BeritaLampung

Cegah Karhutla, Wahrul Ajak Karang Taruna Bergerak hingga Desa

69
×

Cegah Karhutla, Wahrul Ajak Karang Taruna Bergerak hingga Desa

Sebarkan artikel ini
Ketua Terpilih Karang Taruna Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi/Tentanglampung.com

LAMPUNG – Ketua Terpilih Karang Taruna Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, mengajak seluruh jajaran Karang Taruna di tingkat kabupaten/kota, kecamatan hingga desa untuk aktif melakukan pencegahan dan mitigasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Lampung.

Wahrul mengatakan, berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sejumlah wilayah di Lampung memiliki tingkat kerawanan kebakaran yang cukup tinggi. Kondisi tersebut perlu diantisipasi bersama, terutama di tengah kondisi kekeringan dan meningkatnya suhu.

“Maka, peran kita sebagai Karang Taruna harus lebih aktif bersama-sama dengan para pemuda lainnya untuk mengingatkan masyarakat serta melakukan mitigasi terkait potensi kebakaran hutan tersebut,” kata Wahrul, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, Karang Taruna tidak hanya berperan dalam membantu penanganan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga harus menjadi bagian dari upaya pencegahan. Salah satunya melalui edukasi kepada masyarakat di wilayah yang memiliki potensi kebakaran.

Wahrul mendorong jajaran Karang Taruna menjalin komunikasi dan kerja sama dengan BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.

“Lebih baik kita mengantisipasi daripada melakukan pemadaman. Karena itu, edukasi, mitigasi bencana, sosialisasi, serta pelatihan kepada masyarakat dan pemerintah desa yang berada di wilayah penyangga titik-titik api menjadi penting,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah wilayah yang perlu mendapat perhatian berdasarkan informasi BPBD. Di antaranya kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dan lahan pertanian warga di Lampung Timur.

Kemudian di Lampung Tengah terdapat titik rawan di kawasan Register 8 dan Register 47 Way Terusan. Sementara di Tulang Bawang dan Mesuji, kerawanan berada di sejumlah kawasan perkebunan dan kawasan register.

“Sebetulnya semuanya krusial, tetapi yang menjadi perhatian penting antara lain titik-titik lahan pertanian warga di sekitar TNWK di Lampung Timur, Register 8 dan Register 47 Way Terusan, kawasan perkebunan dan kawasan register di Tulang Bawang dan Mesuji, serta Bengkunat,” jelasnya.

Selain itu, kawasan perkebunan di Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, juga menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian.

Wahrul mengatakan, berdasarkan informasi BPBD terdapat sekitar 15 titik yang menjadi perhatian terkait potensi kebakaran. Kondisi tersebut, kata dia, harus direspons dengan meningkatkan kesiapsiagaan di tingkat masyarakat.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan maupun kegiatan pembakaran yang tidak terkendali.

“Kalau kita lihat, berdasarkan informasi dari BPBD terdapat sekitar 15 titik yang disampaikan. Dari titik-titik tersebut, kita dapat melihat wilayah yang paling krusial,” katanya.

Menurut Wahrul, kesiapan peralatan dan kebutuhan penanganan kebakaran juga penting diperhatikan sejak dini. Hal itu diperlukan agar masyarakat dan pemerintah desa dapat bergerak cepat ketika terjadi titik api.

“Karang Taruna memiliki peran sebagai garda terdepan untuk memastikan agar proses kebakaran tersebut tidak terjadi. Kita bersama-sama mendukung pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan di Provinsi Lampung,” tegasnya.

Wahrul menambahkan, kebakaran yang sempat terjadi di wilayah Tulang Bawang menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan.

Ia berharap seluruh jajaran Karang Taruna di Lampung dapat mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan dan mengedukasi masyarakat, sehingga potensi karhutla dapat dicegah sejak dini.

“Persoalan ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga menjadi tugas kita semua,” pungkasnya.(TL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *