LEGISLATIF – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Mukhlis Basri, memberikan apresiasi terhadap langkah Gubernur Lampung dalam mempercepat pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Lampung Raya.
Menurut Mukhlis, proyek tersebut merupakan terobosan besar karena mampu mengintegrasikan penanganan sampah dengan penyediaan energi listrik bagi masyarakat.
“Kita memberikan apresiasi yang luar biasa kepada gubernur dan seluruh pihak yang menggagas program ini. Ini inovasi besar karena sampah yang selama ini menjadi masalah bisa diubah menjadi energi listrik,” ujar Mukhlis Basri, Selasa (12/5/206).
Ia menilai percepatan pembangunan PSEL menunjukkan keseriusan Pemerintah Provinsi Lampung dalam mencari solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah yang terus meningkat di wilayah perkotaan.
Selain itu, proyek berbasis teknologi Waste to Energy (WTE) tersebut dinilai akan memberikan dampak besar terhadap kebutuhan energi masyarakat dan penguatan pembangunan berkelanjutan di daerah.
“Ini bukan hanya soal sampah, tetapi juga bagaimana daerah mampu menciptakan sumber energi alternatif yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Mukhlis menegaskan DPRD Lampung siap memberikan dukungan penuh agar proyek strategis tersebut dapat berjalan sesuai target, termasuk dari sisi kebijakan dan dukungan politis.
Menurutnya, inovasi pengolahan sampah menjadi listrik juga layak dikembangkan di daerah lain di Provinsi Lampung karena persoalan sampah hampir terjadi di seluruh kabupaten dan kota.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Lampung bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah aglomerasi, dan Danantara Indonesia menandatangani kesepakatan percepatan pembangunan PSEL Lampung Raya di Jakarta.
Proyek tersebut diproyeksikan mampu mengolah lebih dari 1.100 ton sampah per hari menjadi energi listrik sebesar 20–25 MW atau cukup untuk menerangi sekitar 15 ribu rumah tangga.
Groundbreaking pembangunan PSEL Lampung Raya direncanakan mulai dilakukan pada November 2026.(*)












